Kamis, 20 Desember 2012

IRI TIADA HENTI


Ada seorang pemecah batu yang melihat seorangkaya. Iri dengan kekayaan orang itu, tiba-tiba ia berubah menjadi orang kaya.Ketika ia sedang bepergian dengan keretanya, ia harusmemberi jalan kepada seorang pejabat. Iri dengan statuspejabat itu, tiba-tiba ia berubah menjadi seorang pejabat.Ketika ia meneruskan perjalanannya, ia merasakan panas terikmatahari.
Iri dengan kehebatan matahari, tiba-tiba ia berubah menjadi matahari. Ketika ia sedang bersinar terang, sebuahawan hitam menyelimutinya. Iri dengan selubung awan, tibatibaia berubah menjadi awan. Ketika ia sedang berarak di langit, angin menyapunya. Iri dengan kekuatan angin, tiba-tiba ia berubah menjadi angin.Ketika ia sedang berhembus, ia tak kuasa menembus gunung. Iri dengan kegagahan gunung, tiba-tiba ia berubah menjadi gunung. Ketika ia sedang bertengger, ia melihat ada orang yangmemecahnya. Iri dengan orang itu, tiba-tiba ia terbangun sebagai pemecah batu. Ternyata itu semua hanya mimpi si pemecah batu. Karena kita semua saling terkait dan saling tergantung, tidakada yang betul-betul lebih tinggi atau lebih rendah. Kehidupan ini baik-baik saja kok... sampai Anda mulai membanding bandingkan. Kata Sang Guru: “Rasa berkecukupan adalah kekayaaan terbesar. "Pengejaran keuntungan, ketenaran, pujian, dan kesenangan bersifat tiada akhir karena roda kehidupan terus berputar, silih berganti dengan kerugian, ketidaktenaran, celaan, dan penderitaan. Inilah delapan kondisi duniawi yang senantiasa mengombang-ambingkan kita sepanjang hidup. Kebahagiaan terletak pada kemampuan untuk mengembangkan pikiran dengan seimbang, tidak melekat terhadap delapan kondisi duniawi. Boleh-boleh saja kita menjadi kaya dan terkenal, namun orang bijaksana akan hidup tanpa kemelekatan terhadap delapan kondisi duniawi. Kebahagiaan sejati tidaklah terkondisi oleh apapun. Be Happy!
 


Sumber dari :Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar